Khutbah Jumat “Mendulang Hikmah dibalik Wabah”

Waktu : Jumat, 29 Ramadhan 1441 H/ 22 Mei 2020
Tempat : Masjid Baiturrahman Kemang Pratama 3 Bekasi (daerah zona hijau, dan mendapat izin dari pihak berwenang setempat untuk ibadah di Masjid sesuai protokol Covid-19)
Oleh : Ustadz Abid Fathurrahman Arif (Imam Masjid Baiturrahman Kemang Pratama 3 Bekasi dan Pengajar Pesantren Kosan Yayasan Bisa Depok).

 

Suasana Shalat Jumat

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهم صل وسلم على نبينا و سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بعد
فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل محدثات (في الدين) بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار

Jamaah Jum’at – Rahimani wa Rahimakumullah –

Pertama-tama, Hendaklah kita bersyukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat Islam, Iman dan Ihsan yang dimana ketiga nikmat tersebut adalah sebaik-baik nikmat bagi Manusia. Sebagaimana pesan para Khatib di setiap Jumat, hendaknya kita berpegang teguh dgn Agama Islam dan jangan mati kecuali diatasnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mewafatkan kita sebagai orang Muslim dan dalam ketaatan. Amin Ya Rabbal Alamin.

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan khutbah bertemakan : “Mendulang Hikmah dibalik Wabah”

Sebagaimana yg kita ketahui dan rasakan bersama, masa-masa ini adalah masa yg penuh cobaan dan kesulitan yg dirasakan manusia di dunia ini. Betapa tidak, Wabah Covid 19 yang telah muncul sekitar 3 bulan terakhir ini memunculkan berbagai permasalahan kehidupan manusia. Baik permasalahan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial , dan lainnya.

Di tengah kewaspasdaan orang-orang terhadap Virus Corona, nyatanya ada saja hikmah yang dapat dirasakan dalam kondisi spt ini. Seorang Muslim harus melihat musibah yang menimpanya dari dua sisi, yaitu positif dan negatifnya. Tentunya, sisi positif harus kita kedepankan agar tidak mengeluh terhadap ketetapan Allah. Akidah Ahlussunnah wal Jamaah meyakini adanya takdir baik dan buruk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dlm Surat Al-Hadid ayat 22-23 :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (22) لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (23)
(22) Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(23) Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

pexels.com-masjid

Menetap di rumah (Stay at home) menjadi keharusan setiap orang untuk mencegah penularan virus dan hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam Akidah, kita harus أخذ السبب (mengambil sebab) dan Tawakal terhadap suatu peristiwa.

Menetap di Rumah bukan menjadi penghalang kita utk produktif. Dimanapun kita berada, seharusnya kita melakukan hal2 yg bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Diantara mereka ada yang mengaplikasikan kebermanfaatan dgn orang lain dgn melakukan bantuan sosial dlm rangka mengurangi beban kehidupan sebagian orang krn Virus Corona. Tentu ini adalah perbuatan yang menghasilkan pahala besar. Dalam Hadis yg terdapat di Kitab Riyadhus Salihin Imam Nawawi yg diriwayatkan Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda :

….احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز…

….Bersemangatlah terhadap apa2 yang bermanfaat bagimu dan minta tolong pd Allah dan jangan lemah…. (HR. Muslim)

Diantara mereka ada yg sibuk dgn hal2 Ubudiyah , baik Ibadah Mahdhah atau Ghairu Mahdhah. Salah satunya, Tawasul kepada Allah Ta’ala dengan amal saleh, yg merupakan Tawasul yang disyariatkan. Bentuk Tawasulnya adalah dengan banyaknya majelis2 online, baik Riwayah dan Dirayah.

Di dalam Majelis tersebut ada keberkahan, seperti : Pembacaan salawat kepada Baginda Rasulullah Shallalahu alaihi wassallam dalam majelis2 Hadis, pembacaan biografi (Manaqib) para ulama dan wali Allah, pembacaan matan2 ilmu yg ringkas multi faedah, dan lainnya. Guru-guru kami yang melakukan hal ini berharap dgn adanya keberkahan2 majelis ini dapat mengangkat wabah virus yang sedang terjadi, krn perkumpulan orang-orang saleh dalam hal kebaikan dapat mengundang ridha Allah.

Tentunya, keberkahan majelis akan lebih terasa ketika talaqqi secara langsung (offline) . Adapun online, maka ini wasilah yang Allah berikan kpd manusia zaman ini yg patut kita manfaatkan juga. Harapan majlis ini sbgmn Hadis no.34 dalam Arbain Nawawi yg diriwayatkan Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam :
….. وما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله، ويتدارسونه بينهم، إلا نزلت عليهم السكينة، وغشيتهم الرحمة، وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده….

“……Tidaklah berkumpul sekelompok orang di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat meliputinya, para malaikat mengelilinginya, dan Allah menyanjung namanya kepada Malaikat yang ada di sisi-Nya….. ” (HR. Muslim dgn lafazh ini)

Sebaliknya, masa-masa spt ini bukanlah untuk bermalasan apalagi bermaksiat sehingga dpt mengundang murka Allah Ta’ala. Masih banyak Kitab-kitab yg belum dibaca, tugas-tugas kuliah/sekolah/pekerjaan yg belum tuntas, karya2 yang menunggu kreasimu dan waktu yang menunggu aktivitasmu.

 

Khutbah kedua

الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على رسول الله المصطفى وعلى آله وصحبه ومن وفى . اللهم صل وسلم على نبينا و سيدنا وحبيبنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Diantara aktifitas produktif yang dapat kita lakukan di saat wabah di bulan Ramadhan ini adalah dengan memperbanyak interaksi dgn Al-Qur’an. Kegiatan Ibadah Ramadhan yg biasanya di Masjid, spt salat Fardhu dan Tarawih menjadi di rumah adlh tantangan bagi kita utk belajar menjadi imam salat bagi keluarga kita.

Saat-saat seperti inilah kita bisa menambah hafalan Al-Qur’an kita, memperbaiki bacaan kita dgn Tahsin, mempelajari agama dan lainnya. Secara khusus Hafalan Al-Qur’an, Allah jamin akan kemudahannya tetapi yg sulit adalah menjaganya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dlm 4 tempat di Surat Al-Qamar (ayat 17, 22,32, dan 40) :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Dan juga adanya wabah ini dapat menumbuhkan sikap dewasa dan bijaksana dalam melihat perbedaan pendapat. Hendaknya kita saling menghargai antara yg memilih salat di rumah sebagai ketaatan terhadap ulil amri, dan yg salat di Masjid jikalau memang berada di zona hijau (harus sesuai protokol covid-19 dan arahan pemerintah setempat).

Terlebih di bulan Ramadhan, selain meningkatkan kualitas ibadah spiritual, kita harus tingkatkan etika dan mental dalam bermuamalah sesama manusia.

Diujung Khutbah, marilah kita bertafakur di hari-hari terakhir Ramadhan ini agar kita yg menjadi Rabbaniyun bukan Ramadhaniyyun, yang hanya beribadah di bulan Ramadhan , tetapi lepas Ramadhan tidak bersemangat ibadah lagi. Semoga Allah menerima amal-amal kita di bulan Ramadhan dan dapat bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya. Aamin Ya Rabbal Alamin

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على ابراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللهم ارفع عنا البلاء والوباء والغلاء والفحشاء و شدائد المحن ما ظهر منها و ما بطن من هذا البلد اندونيسيا خاصةً وسائر بلاد المسلمين عامة
اللهم جنبا فيروس كورونا و من كل فيروس والأمراض
اللهم احفظ أنفسنا وأهلنا من كل الأمراض و الأسقام
اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى طَاعَتِكَ وَاهْدِهِمْ سَوَاءَ السَّبِيْلِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْهُمْ الْفِتَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
ربنا تقبل منا صيامنا و قيامنا و ركوعنا وسجودنا في رمضان هذه السنة و في كل شهر وتب علينا انك انت التواب الرحيم و بلغنا رمضان الآتية برحمتك يا أرحم الراحمين
و صلى الله على سيدنا محمد والحمد لله رب العالمين

 

عباد الله {۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ} [النحل : 90} فاذكرو الله يذكركم ولذكر الله أكبر

اقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء و المنكر

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *