Book Review: Mahasantri

Nisa Larasati, S.K.M
Pengurus Pesantren Kosan (2016-2018)
Alumnus S1 Kesehatan Lingkungan FKM UI (2014-2018)

 

Apakah menuntut ilmu agama hanya bisa dimiliki para santri yang berguru bertahun-tahun di pesantren?

Bagaimana dengan kita, pelajar yang menuntut ilmu di sekolah umum, pekerja nine-to-five, para ibu rumah tangga, dan masyarakat yang tidak memiliki latar belakang nyantri sebelumnya?

Buku ini mungkin bisa menjawab kebingungan sebagian dari kita mengenai bagaimana kiat-kiat menuntut ilmu syar’I ditengah kesibukan dunia.

Arus informasi yang begitu cepat mulai melunturkan stigma bahwa ilmu agama hanyalah milik segelintir orang yang memang berasal dari latar belakang pendidikan agama. Pada masa ini, saluran untuk memperoleh ilmu agama sangat beragam, mulai dari tempat pendidikan formal seperti sekolah-sekolah Islam, kajian ilmiah di berbagai tempat, hingga jejaring sosial. Semua orang dapat dengan mudahnya mengakses hal-hal yang diketahui tentang agama melalui artikel dan rekaman video kajian yang dapat muncul dengan satu sentuhan layar. Namun, bagaimana dengan menghadiri kajian secara langsung yang membahas berbagai topik seputar keagamaan seperti tauhid, aqidah, fiqh, bahkan mengkaji satu kitab secara rutin sampai habis?

Kedua penulis buku ini telah membuktikan bahwa orang yang awalnya tidak memiliki latar belakang pendidikan agama dapat mendalami ilmu syar’i secara konsisten tanpa meninggalkan kewajibannya dalam menuntut ilmu dunia. M. Abduh Tuasikal merupakan seorang lulusan sarjana Teknik Kimia UGM dan master Teknik Kimia konsentrasi Polymer Engineering di King Saud University.

Seorang yang sudah lalu lalang dalam dunia dakwah di nusantara, Pemimpin Pesantren Darush Shalihin Gunung kidul, dan pengasuh situs Rumaysho.Com. Penulis kedua, dr.Saifudin Hakim merupakan dokter lulusan UGM yang berhasil menyelesaikan postgraduate di University Medical Center Rotterdam, Belanda. Maka tak heran puluhan karya penulisan baik buku agama dan jurnal internasional di halaman akhir menegaskan bahwa seorang muslim dapat berkarya di bidang ilmu pengetahuan dengan tetap terus menimba ilmu agama.

Penulisan dalam buku ini terasa tegas dengan berbagai subbab  judul menarik seperti,

Cerita Semangat Zaman Old vs Now

Jangan Sampai Bergelar Doktor, Namun Ilmu Agama Nol

Gelar Banyak, Shalat Saja “Gak Becus”

Mestikah Berhenti Kuliah?

Penulis menceritakan kisah pengalaman menjadi mahasiswa dari pagi hingga sore dan menjadi santri ketika sore hingga ba’da subuh ketika menuntut ilmu di Jogja dan kisah menarik ketika menuntut ilmu di Tanah Arab. Tidak ketinggalan berbagai kiat dan cara sukses menuntut ilmu bagi orang yang sibuk.

Buku ini sangat sayang untuk dilewatkan terutama bagi orang-orang yang berkeinginan kuat memperdalam ilmu agama namun masih merasa terbentur dengan kesibukan yang ada.

Barakallahu fiikum

—————————————————————————

Selasa, 31 Juli 2018
@ Pesantren Kosan BISA, Kukusan, Beji, Kota Depok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *