Tiket Satu Arah

Penulis : Nisa Larasati, S.K.M

Pengurus Pesantren Kosan 2016-2018 & Kesehatan Lingkungan UI 2014

 

Hari ini insyaallaah menjadi hari kepulangan ke kampung yang sesungguhnya. Jika sebelumnya selalu memegang tiket pulang pergi, hingga sore ini saya hanya memegang one way ticket.

Kepulangan ini juga yang akhirnya memaksa saya untuk mengemasi seluruh barang yang sudah nyaman dengan tempat asalnya, Jakarta.

Koper yang mampu memuat hingga 30 kg itu ternyata belum juga cukup. Setelah saya hitung, kira-kira masih diperlukan 3 koper dengan ukuran yang sama untuk mengangkut seluruh barang saya tanpa harus membayar biaya overweight maskapai domestik.

Luar biasa.

Buku-buku yang setia mengisi hari-hari saya semasa kuliah ternyata bisa menjadi sesuatu yang merepotkan dalam satu waktu. Saya tidak pernah membayangkan akan tiba hari ketika pasukan buku-buku tersebut harus berpindah markas. Ukurannya memang tidak sebesar bantal ataupun guling namun menjadi mematikan karena beratnya.

Kemudian saya berpikir tentang tiket satu arah yang semua dari kita akan dapatkan.

Kematian.

Bagaimana merepotkannya jika yang kita bawa berkoper-koper dosa yang tidak kita sadari akan memberatkan kita di alam kubur? Kita bahkan tidak bisa menerka mana yang lebih berat, amal solih ataukah dosa-dosa kita.

Tidak ada lagi tiket kepulangan untuk sekedar melaksanakan shalat dua raka’at atau meminta maaf kepada saudara yang mungkin pernah kita dzalimi. Tidak ada lagi cara untuk bisa berbakti kepada orang tua dan mengucapkan selamat tinggal kepada para sahabat.

Tiket yang kita miliki hanya satu arah maka seyogyanya kita menempuh sebaik-baiknya jalan kehidupan, jalan yang ditempuh oleh generasi terbaik umat.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

 

“Barangsiapa hendak mengambil teladan maka teladanilah orang-orang yang telah meninggal. Mereka itu adalah para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya di kalangan umat ini. Ilmu mereka paling dalam serta paling tidak suka membeban-bebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilih oleh Allah guna menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menyampaikan ajaran agama-Nya. Oleh karena itu tirulah akhlak mereka dan tempuhlah jalan-jalan mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus.”

(Al Wajiz fi ‘Aqidati Salafish shalih, hal. 198)

 

Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/2406-inilah-generasi-terbaik-dalam-sejarah.html

 

Halim

 

15.56

One Reply to “Tiket Satu Arah”

Leave a Reply to sinner Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *