RESUME BUKU “: Dahsyatnya Bangun Pagi, Tahajjud, Subuh & Dhuha: Cara Hidup Sehat, Berkah, dan Rezeki Berlimpah Dimulai Bangun Lebih Pagi “

Judul buku                : Dahsyatnya Bangun Pagi, Tahajjud, Subuh & Dhuha: Cara Hidup Sehat, Berkah, dan Rezeki Berlimpah Dimulai Bangun Lebih Pagi

Penulis                        : Fadlan Al-Ikhwani

Penerbit                     : Ziyad Visi Media

Tahun Terbit              : 2011

Tebal buku                 : 174 halaman

Alasan Memilih Buku ini :  motivasi dan perbaikan diri

Pembuat Resume : Ismail Khozen (Alumnus PESAN angk. 2
Administrasi Fiskal UI 2014)

Ada 4 kemenangan di hari ini yang patut Anda rayakan, jika Anda memang benar melakukannya: (1) Kemenangan ke-1 adalah saat Anda mampu bangun pagi; (2) kemenangan ke2 adalah saat Anda mampu shalat tahajjud; (3) kemenangan ke-3 adalah saat Anda mampu shalat berjamaah; dan kemenangan ke-4 adalah saat Anda mampu shalat dhuha.” Kutipan yang langsung menohok tersebut merupakan kalimat pertama dalam buku yang ditulis oleh Fadlan al-Ikhwani. Bangun pagi untuk kemudian melaksanakan tiga aktivitas mulia tersebut memang bukan perkara mudah. Terlalu banyak godaan yang menghampiri untuk benar-benar dapat melaksanakannya. Hal tersebut memang sudah disinyalir dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Di dalam hadits tersebut dinyatakan bahwa setan membuat simpul di kepala orang yang tidur, di mana setiap simpul yang dipasan setan tersebut akan terlepas satu-satu manakala ia bangun, berwudlu, kemudian shalat. Dari sinilah, penulis kemudian berani menyatakan keutamaan berupa kemenangan bagi mereka yang berhasil mengawali hari dengan amal-amal mulia.

 

Berdasarkan penghayatan yang dilakukan penulis, pada bagian-bagian awal buku ini penulis membeberkan fakta mengenai yang dapat menghalangi seseorang untuk bangun pagi. Di antara penghalang tersebut yaitu tidak adanya keinginan atau minimnya keinginan untuk bangun pagi, lemahnya motivasi, belum memiliki kebiasaan terpola, begadang, bermaksiat di siang harinya, diperdaya oleh setan, tiada faktor x, dan memperturutkan rasa malas. Terkait minimnya keinginan untuk bangun pagi, hal tersebut menurut penulis disebabkan oleh rendahnya kesadaran akan manfaat yang akan diperoleh dengan bangun pagi, begitu juga halnya dengan lemahnya motivasi. Sementara begadang erat kaitannya dengan kebiasaan yang tidak terpola. Padahal ketahanan tubuh seseorang berbeda-beda untuk kemudian dapat tetap bangun tepat waktu. Hal yang cukup menarik yang dipaparkan penulis yaitu susahnya bangun yang diakibatkan oleh maksiat yang kita lakukan. Terkait hal ini, penulis mengutip hikmah dari seorang sufi, yaiut ”jangan bermaksiat kepada-Nya di siang hari, niscaya Dia akan membangunkanmu di malam hari. Karena kehadiranmu di hadapan-nya adalah kemuliaan. Dan orang yang bermaksiat tidak layak mendapatkan kemuliaan itu.”

 

Pada bagian kedua buku ini, penulis mengaitkan pentingnya bangun pagi dengan berburu reseki. Pagi hari adalah saat-saat istimewa di mana rezeki dari-Nya bertebaran. Pada pagi hari pintu-pintu rezeki terbuka lebar. Untuk menyambut rezeki tersebut maka tidak ada cara lain kecuali dengan bangun lebih awal, mengaminkan panggilan Sang Pemberi Rizki. Selain itu, bangun pagi menandakan produktivitas dimana hal tersebut sangat menyehatkan bagi jiwa dan raga kita. Manfaat lain dari bangun pagi yaitu terkait dengan kesehatan. Bangun pagi merupakan salah satu terapi keseatan. Dengan bangun pagi maka kita bisa mendapatkan udara yang masih bersih dan segar, mencegah penyakit berbahaya, pagi hari adalah titik jernih pikiran, dan dengan bangun pagi maka akan dapat menumbuhkan semangat diri.

Selanjutnya, penulis memberikan kiat-kiat praktis agar dapat bangun pagi. Di antara cara-cara yang perlu dilakukan sehingga dapat lebih mudah bangun pagi yaitu ikhlas, memiliki keinginan yang kuat, tidak tidaur terlalu malam, berwudhu sebelum tidur, selalu berdoa kepada Allah, membuat jadwal kegiatan esok harinya, tidak melakukan maksiat, tidak terlalu kenyang, tidur siang meski sebentar, dan memberi hadiah kepada diri sendiri untuk lebih memotivasi agar dapat bangun pagi. Sementara itu, bila sudah terlanjur kesiangan, penulis memberikan kiat-kiat agar hal tersebut tidak terulang, yaitu melakukan evaluasi diri, memperbanyak istighfar, memberikan hukuman kepada diri sendiri, memancangkan komitmen, mengikuti dengan amalan lain, dan merencanakan ulang agenda tertunda.

 

Pada bagian selanjutnya, penulis menekankan pentingnya bangun pagi dari sisi keutamaan shalat tahajjud, shalat shubuh, dan shalat dhuha. Di antara keutamaan shalat tahajjud yaitu, ia adalah shalat sunnah yang paling utama, mendapat pujian dari Allah, mendapatkan keistimewaan waktu sahur, dan ia merupakan kebiasaan orang-orang shaleh. Sementara untuk keutamaan shalat subuh berjamaah yaitu, disaksikan oleh para malaikat, senilai shalat malam semalam suntuk, dan dijamin baginya surga. Karena saking utamanya shalat shubuh berjamaah ini, maka dalam suatu riwayat disebutkan bahwa seandainya manusia mengetahuinya maka ia akan rela meskipun harus dengan merangkak. Sementara keutamaan shalat dhuha yaitu menjadi manusia paling kaya, dan berkaitan erat dengan kelancaran rezeki.

Bagi Anda yang ingin kehidupan yang lebih baik, maka bangun pagilah, dirikanlah qiyamullail, shalat shubuh berjamaahlah, dan dirikan shalat dhuha. Membaca buku ini insyaallah bisa juga menjadi jalan proses hijrah Anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *