Bolehkah Menilai Sesuatu Hal Salah?

Penulis : Aldi Alfarizi

Eh, jangan menyalahkan-nyalahkan dia dong, dia kan juga ciptaan tuhan, patut dihargai dan diterima pendapatnya dong. Masa kalian gak menghargai Hak Asasi Manusia. Dasar diskriminatif!

Seorang anak melaksanakan ujian yang diadakan oleh seorang guru. Setelah nilai keluar anak ini melihat bahwa dia mengisi semua soal, tapi terdapat dua soal yang salah. Lalu anak ini protes, “Bu, kok ibu nyalahin dua soal yang saya isi ini bu, saya kan juga manusia bu, ciptaan tuhan, patut ibu hargai dan terima pendapatnya!”

Kejadian seperti ini kerap terjadi akhir-akhir ini. Apakah memang mereka yang menilai sesuatu salah meninggalkan asas toleransi? Apakah memang mereka yang benar-benar setuju dengan semua pendapat telah bertoleransi? Apakah mayoritas yang menilai salah minoritas termasuk diskriminasi? Apakah minoritas yang menilai salah mayoritas berarti telah mengintervensi?

Kita telah lama meninggalkan tradisi ilmiah semenjak teknologi menyentuh kita lebih jauh. Semua berhak berbicara, semua berhak berpendapat, memang. Pena tergores dengan mudahnya, menyakiti relung hati banyak manusia, tanpa keilmiahan, tanpa etika.

Kita telah lama meninggalkan tradisi ilmiah kita semenjak teknologi menyentuh kita lebih jauh. Hingga badan ini seakan malas untuk bergerak, jika tanpa apresiasi, jika tanpa nilai tambah tuk diri sendiri.

Kita malu. Malu untuk berkata “Tidak Tahu” untuk perkara yang memang kita tak tahu. Sehingga, banyak dari pengetahuan hanyalah prasangka belaka.

Seakan manusia harus selalu menjawab semua pertanyaan. Padahal tak semuanya dapat dilihat dengan mata telanjang.

Sehingga, menilai sesuatu salah adalah hal yang tabu.

Atau, semakin sedikit orang yang menilai sesuatu salah dengan etika?

Depok
26 Januari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *