Notulensi Night Talk #3 tentang Pentingnya Benteng Agama yang Kokoh di Kehidupan Kampus

Oleh : Adel ( Psikologi UI 2014 – Koordinator Akhwat FKI UI )

  • Kampus itu dunia di mana segala macam perbedaan ada. Mulai dari logat bahasa sampai ke ranah pemikiran. Awal masuk kuliah, pasti kaget banget liat perbedaan-perbedaan itu, terutama terkait aspek gaya hidup dan pola pikir.

Kaget dan bingung adalah respons yang wajar secara manusiawi, that’s called with cognitive dissonance; keadaan di mana kita mengalami perasaan yang sangat tidak nyaman, disebabkan oleh konflik antara dua pemikiran yang berbeda. Hal ini sangat wajar terjadi ketika kita dihadapkan pada perkara yang bertentangan dengan prior knowledge kita tentang perkara tersebut, terutama ketika prior knowledge yang kita punya itu tidak benar-benar kuat atau ternyata ilmu kita tentang perkara tersebut sangat sedikit.

Keadaan seperti ini sangat mungkin kamu alami ketika masuk ke dunia kampus, kenapa? Karena kampus adalah tempat di mana ribuan orang (dosen & mahasiswa) bisa berpikir dan mengekspresikan pikirannya tersebut dengan sangat mudah dan bebas. Seorang dosen bisa dengan mudah bilang “gak usah bawa bawa agama” atau “kita tuh acuannya harus penelitian ilmiah, bukan agama” , seorang mahasiswa bisa banget bilang  “semua agama itu baik, jadi gak ada yang paling unggul”atau “Tuhan itu gak ada.”atau  “Semua yang terjadi karena adanya hukum alam, bukan Tuhan” atau bahkan perkataan seorang Tokoh dari suatu teori yang sedang kita pelajari di perkuliahan bilang “God is dead” dan pernyataan2 semacamnya.

Ketika kita terus menerus dihadapkan dengan orang-orang yang berpikir dan berkata demikian, tapi saat itu juga kita gak punya argumen yang benar dan kuat untuk membantah pemikiran mereka, hal ini justru berbahaya buat diri kita sendiri, terutama keimanan kita. Kita sangat mungkin buat larut dalam pemikiran mereka, karena kita gak punya ilmu pengetahuan agama yang benar dan kuat.

Di saat itulah keimanan kita bisa terombang ambing. That’s why we have to learn about our religion seriously and deeply.

  • Dulu ka adel pernah mengalami suatu masa terberat, di mana ia merasa sangat tidak sanggup untuk melawan semua pemikiran yang bertentangan dengan Islam di perkuliahan dan hampir memutuskan untuk mundur kuliah di Psikologi UI. Setelah melalui proses yang berat dan panjang, ia memutuskan untuk tetap bertahan di sana tapi harus ada yang diubah, apa itu? Ia bertekad, ia sangat amat harus mempelajari dan memahami lebih dalam tentang Islam dan tidak pernah berhenti mencari tahu bagaimana Islam menjawab tentang berbagai pemikiran tokoh/dosen/mahasiswa lain atau hasil2 penelitian ilmiah yang bertentangan dengan syariat Allah.

Ia juga mengatakan bahwa kunci utama seseorang selalu berada dalam pemikiran yang benar dan keimanan yang tidak rusak adalah pertolongan Allah. Oleh sebab itu, kita tidak boleh berhenti berdoa untuk meminta Allah agar selalu dikuatkan dalam agama Nya.

Doa minta dikuatkan keimanan:
Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik*
artinya
‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu’

Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *